Teks1

"SELAMAT DATANG"

Selasa, 15 November 2016

Menganalisis E-Government Provinsi Dan Kabupaten/Kota Jawa Tengah

FORM 1.



Analisis E-Government Provinsi  Dan Kabupaten/Kota Jawa Tengah

Tabel 1. Tabel Analisis E-Government Dan Kategorisasi
NO
Unit Analisis
Kategori Analisis
Provinsi (Jawa Tengah)
Kabupaten 1 (Kebumen)
Kabupaten 2 (Tegal)
1
Selayang Pandang
Sejarah
Y
Y
Y
Moto
Y
T
T
Lambang
Y
Y
Y
Arti Lambang
T
Y
T
Lokasi dalam bentuk peta
Y
Y
T
Visi dan Misi
Y
Y
Y
2
Pemerintahan Daerah
Eksekutif
Y
Y
Y
Legislative
Y
Y
Y
Nama,alamat,telepon,e-mail
Dari Pejabat Daerah
T
Y
Y
Biodata dari Pimpinan Daerah
Y
Y
Y
3
Geografis
Topografi
T
Y
Y
Demografi
Y
T
Y
Cuaca Dan Iklim
T
Y
Y
Sosial dan ekonomi
Y
Y
Y
Budaya dari daerah bersangkutan
Y
Y
Y
Ada informasi berupa numeris/statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya
T
Y
Y
4
Peta Wilayah dan Sumber Daya
Peta Wilayah
T
Y
Y
Bentuk Peta sumber daya
T
T
Y
5
Peraturan/Kebijakan Daerah
Peraturan daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan
Y
Y
Y
6
Buku Tamu
Buku Tamu
Y
T
Y
Forum
T
T
T
Total (Y)
13
16
17


Analisa Dari Tabel 1:
NARASI:   
    Pada tabel 1, kami telah mengenalisis 3 website E-government berdasarkan unit dan kategorisasi. 3 dari website tersebut terdiri dari 1 Provinsi Jawa Tengah dan 2 Kabupaten dari Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Kebumen dan Tegal. Pada tabel 1 terlihat total Y (ya) Kab.Tegal memiliki angka paling banyak diantara 3 website tersebut, yaitu memperoleh skor 17. Kab.Tegal memiliki total skor angka paling banyak dikarenakan, website tersebut banyak memiliki fitur dari poin-poin unit dan kategorisasi.
      Pada poin yang pertama kita menganalisis mengenai selayang pandang yang ada di website masing-masing. Pada tabel 1 terlihat bahwa website Prov.Jawa Tengah dan Kab.Kebumen memiliki 5 skor Y sedangkan Kab.Tegal memiliki skor 3 Y. Pada kategori “moto” pada unit analisis selayang pandang hanya ada di website prov.Jateng. Moto tersebut terlihat di background halaman utama website. Tidak terdapatnya Arti lambang pada website Prov.Jateng dan Kab.Tegal.
       Poin kedua dilihat dari unit pemerintahan daerah. Pada poin ini Kab.Kebumen dan Kab.Tegal sama-sama memiliki skor 4 skor Y dikarenakan sudah tersedia fitur-fitur yang ada pada kategori tersebut. Sedangkan website Prov.Jawa Tengah hanya selisih 1 angka Y.
       Poin ketiga dilihat dari unit geografis. Kab.Tegal memiliki semua fitur dari unit geografis pada websitenya. Ini dikarenakan website tersebut menampilkan semua informasi geografis pada Kab.Tegal. Pada kategori demografi tidak ada penjelasan di website Kab.Kebumen, Sedangkan pada website Prov.Jawa Tengah memiliki skor 3 Y dikarenakan tidak tersedia 3 ketegori dari unit geografis.
        Poin keempat dilihat dari unit peta wilayah dan sumber daya. Kab.Tegal memiliki semua fitur dari unit tersebut. Pada website Kab.Tegal tidak terdapat bentuk peta sumber daya. Sedangkan untuk website Prov.Jawa Tengah tidak terdapat skor Y. Yang kami lihat dari website tersebut lebih menonjolkan berita, kegiatan, kerjasamanya dalam bentuk video sebagai bukti kerja nyatanya agar lebih transparan ke masyarakat.
      Poin kelima dilihat dari unit peraturan/kebijakan daerah. Pada masing-masing website terdapat penjelasan/informasi mengenai peraturan daerah tersebut.

     Poin keenam dilihat dari unit buku tamu. Hanya website Kab.Kebumen yang tidak menyediakan buku tamu dan Forum. Sedangkan untuk website Prov.Jawa Tengah dan Kab.Tegal masing-masing mempunyai fitur buku tamu.



FORM 2.

TABEL UNIT ANALISIS E-GOVERMENT DAN KATEGORISASI

No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Bobot Nilai
% Nilai Total Jawa Tengah
% Nilai Total Kabupaten Tegal
% Nilai Total Kabupaten Kebumen
1
Informasi Menu Utama dalam WebSite
25%
Potensi Daerah
Komoditas Utama
Kualitas SDM
40%
30%
30%
50
66
58
2
Informasi Tambahan dalam fasilitas Website
20%
Tahap I
Tahap II
Tahap III
20%
30%
50%
54
81
69.5
3
Penyediaan hubungan
15%
G2C
G2B
G2G
40%
30%
30%
58
80
58
4
Aksesbilitas
10%
<10 detik
10-30 detik
>30 Detik
100%
70%
50%
100
100
70
5
Design
10%
Animasi
Grafis
Teks Lengkap
30%
30%
40%
66
90
82
6
Jumlah Tingkatan Infromasi
20%
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat
25%
25%
25%
25%
57.5
72.5
52.5

Total



60.1
78.2
62.8










































DESKRIPSI HASIL UNIT ANALISIS
E-GOVERMENT DAN KATEGORISASI

Provinsi/Kota/Kabupaten                   : PROVINSI JAWA TENGAH, KEBUPATEN TEGAL,KABUPATEN KEBUMEN
Akses Website - Hari/Tanggal/Pukul : Rabu, 2 November 2016 / 16:00 WIB
Tim Analis                                            : Taufan A, M.Luthfi, Aldrino H,  Ray F, Nia S
Catatan
1. Informasi Menu Utama dalam WebSite
Berikut adalah penilaian dari TIM analis kami, Pada kategori ini terbagi menjadi 3 poin, yaitu: Potensi Daerah, Komoditas Utama, Kualitas SDM. Pada poin potensi daerah ini  informasi yang disampaikannya masih kurang lengkap, pada presentase nilai yang paling kecil disini adalah provinsi jawa tengah, dengan nilai 50%. Tetapi bukan berarti juga nilai kabupaten tegal yang bernilai 66% dan kabbupaten kebumen yang bernilai 58 dapat dikatakan baik, karena masing asing terdapat kekurangan. Meskipun banyak kekurangan kami akan menambahkan poin dari posisi positifnya, berikutt adalah penjabarannya. Contohnya pada Website PROVINSI JAWA TENGAH, terdapat konten untuk memberikan vote tempat wisata terfavorit, kami menganalisa dengan adanya vote ini, pemerintah dapat mengoreksi dan membenahi  fasilitas dan hal yang lainnya khususnya tempat atau potensi wisata yang votenya berada pada urutan terbawah, mungkin terlihat subjektif, tetapi menurut kami itu juga merupakan salah satu penilaian untuk pemerintah provinsi agar selalu membenahi atau melestarikan  potensi alam, pariwisita dan hal yang lainnya khususnya yang terkait dengan Potensi Daerahnya .Pada komoditas utama sangat tidak lengkap, kekayaan  dan hasil alam yang berada di pemerintahan daerah, berdasarkan sector pertanian, perkebunan, pertenakan, dan lainnya hampir tidak ada konten yang berkaitan dengan hal tersebut, tetapi ada beberapa konten yang berkaitan dengan hal ini, konten tersebut masuk ke menu berita terbaru (update). Pada Kualitas SDM juga tidak ada konten yang menjelaskan hal ini, sama halnya dengan komoditas utama, konten ini masuk ke dalam menu berita terbaru. Untuk Website KABUPATEN TEGAL, Pada poin potensi daerah ini  informasi yang disampaikannya sudah cukup lengkap, penilaian hampir sama seperti seperti sebelumnya. Tetapi lebih baik karena adanya menu prifile bupatinya. Untuk KABUPATEN KEBUMEN terdapat kategori  potensi daerah ini terdapat  kekurangan, kurang lengkapnya informasi dan kurang menarik, karena konten berisi tulisan semua (tidak ada gambar yang menjelaskan potensi daerah yang dimiliki).Pada komoditas utama sangat tidak lengkap, kekayaan  dan hasil alam yang berada di pemerintahan daerah, berdasarkan sector pertanian, perkebunan, pertenakan, dan lainnya hampir tidak ada konten yang berkaitan dengan hal tersebut. Pada Kualitas SDM juga kurang lengkap, hanya sekedar data pendidikan sampai dengan 2013.

2. Informasi Tambahan dalam fasilitas Website
Berikut adalah penilaian dari TIM analis kami,Pada kategori ini terbagi menjadi 3 poin, yaitu Informasi pada bidang pendidikan, ,informasi perniagaanya dan informasi berita update.. Pada poin potensi daerah ini  informasi yang disampaikannya masih kurang lengkap, presentase nilai yang paling kecil disini adalah provinsi jawa tengah, dengan nilai 54%. Begitupun kabupaten kebumen yang kami nilai dengan poin presentase tidak jauh beda dengan kabupaten tegal yaitu 69.5%. Tetapi  beda halnya dengan kabupaten tegal yang mendapatkan nilai 81%. Karena kami menilai hampir semua ketentuan yang dibuat sebagai materi penilaian sudah cukup lengkap. Berikut laporan lebih spesifiknya, pada Website PROVINSI JAWA TENGAH, terdapat poin informasi pendidikan dan informasi perniagaan, pada poin ini dapat dikatakan kurang lengkap, tidak ada dalam website, poin ini terdapat sekilas di info update website Pada poin yang terakhir berita update sangat bagus karena terdapatnya berita dan kegiatan yang sangat terbaru dari kabupaten tersebut. Pada Website KABUPATEN TEGAL Informasi pendidikan cukup lengkap tetapi informasi pendidikan terakhir update pada tahun 2015.Pada informasi perniagaanya tidak ada di dalam website tetapi pada point yang terakhir berita update sangat bagus jika ada acara acara di daerah sekitar Tegal akan di update oleh website. Pada Website KABUPATEN KEBUMEN point informasi pendidikan dan informasi perniagaan dapat dikatakan kurang lengkap bahkan point perniagaan pun tidak ada dalam website. Pada point yang terakhir berita update sangat bagus seperti website lainnya, karena terdapatnya berita dan kegiatan yang sangat terbaru dari kabupaten tersebut.

3. Penyediaan hubungan
Berikut adalah penilaian dari TIM analis kami,, Pada kategori ini terbagi menjadi 3 poin, yaitu G2C(Government to Citizein), G2B(Government to Bussiness) dan G2G(Government to Government), Presentase nilai yang paling tinggi disini adalah Kabupaten Tegal dengan nilai %80. Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kebumen  Berikut laporan lebih spesifiknya, pada Website PROVINSI JAWA TENGAH,  Pada poin G2C di website ini tidak bagus, karena hanya tersedia layanan kontak email, tidak ada forum ataupun interaksi online pada website, tetapi berbeda halnya dengan G2B dan G2G pada website ini mengupload kerjasamanya dalam bentuk video sebagai bukti kerja nyatanya agar lebih transparan ke masyarakat. , pada Website KABUPATEN TEGAL dapat dikatakan bagus, karena tersedianya layanan warga mengadu,selain itu terdapat juga menu daftar nomor telofn penting yang sangat relevan untuk masyarakat. Sayangnya tidak ada interaksi/diskusi onlinepada website ini. Begitupun dengan G2B dan G2G, pada website ini terdapat link informasi kerjasama proyek yang sudah berjalan dan terdapat link menuju  instansi yang telah bekerjasama dengan  pemerintahan. Pada Website KABUPATEN KEBUMEN ini hanya tersedia beberapa konten saja karena kerjasama yang dilakukan hanya terdapat di berita update ( terbaru) dan itupun tidak bersifat permanen, pada akhirnya berita tersebut akan tenggelam dan tidak terlihat lagi karena adanya berita terbaru yang lainnya

4. Aksesbilitas
Berikut adalah penilaian dari TIM analis kami, Pada kategori ini tim analis melihat kecepatan akses, setiap tombol menu sudah kami coba, dan pada Website PROVINSI JAWA TENGAH dan KABUPATEN TEGAL tidak ada masalah dalam aksesnya maka dari itu kami memerikan nilai 100%,pada website KABUPATEN KEBUMEN terdapat sedikit masalah yaitu  ada beberapa konten pada website ini apabila kami klik, kami harus menunggu lebih dari 10 detik dan ternyata memang terdapat kesalahan dari websitenya. Untuk itu kami tidak memberikan nilai sempurna pada form diatas, kami berikan nilai 70%.

5. Design
Berikut adalah penilaian dari TIM analis kami,pada kategori ini terbagi menjadi 3 poin, yaitu animasi, grafis dan teks lengkap,pada Website PROVINSI JAWA TENGAH untuk animasi menurut penilaian kami bisa dikatakan masih standar, untuk grafis sudah bagus karena terlihat menarik, pada saat awal masuk website, kami disambut dengan gambar karikatur yang mungkin jarang sekali kami lihat, dengan adanya gambar ini kesan statis/kaku pada website pemerintahan jadi hilang, untuk teks lengkap kami menilai masih dalam nilai standar maka dari itu kami hanya memerikan nilai 66%. Pada Wesite KABUPATEN KEBUMEN untuk animasi dan grafis kami memberikan nilai standar tetapi belum sempurna, karena jika dibandingkan dengan web yang lain, masih kurang menarik. Untuk poin teks lengkap bisa dikatakan sangat lengkap, tetapi alangkah lebih baik dibuat teks bukan hanya lengkap tetapi harus diperhatikan lagi apakah orang yang melihat website tersebut tertarik untuk membacanya atau tidak dan nilai yang kami berikan yaitu 82%.Pada Website KABUPATEN TEGAL  animasi menurut penilaian kami bisa dikatan masih standar, untuk grafis sudah bagus karena terlihat menarik, pada saat awal masuk website kami di sambut oleh foto dan profil bupatinya dan singkat cerita tentang beliau, diantara yang lainnya website ini yang paling baik sesuai penilaian sesuai kategori yang sudah diberikan, maka dari itu kami memberikan nilai 90%

6. Jumlah Tingkatan Infromasi
Berikut adalah penilaian dari TIM analis kami Pada kategori ini terbagi menjadi 4 tingkatan, yaitu persiapan, pematangan,pemantapan dan pemanfaatan. Pada website PROVINSI JAWA TENGAH, pada poin 1,3 dan 4 kami memberikan nilai standar, berbeda dengan poin ke 2, karena menurut kami, poin pematangan (keterhubungan dengan lembaga lain) yang paling menonjol (terlihat) pada website ini dan kami memberikan nilai 57.5%, tidak berbeda jauh dengan nilai dari KABUPATEN KEBUMEN yaitu 52.5%, masih dengan permasalahan yang sama dengan website provinsi Jawa tengah, sangat banyak kekurangan. Pada Website KABUPATEN TEGAL kami memberikan nilai paling baik diantara yang lain yaitu sebesar 72.5%. karena sudah cukup mengikuti prosedur dari materi penilaian yang menjadi acuan.

7. Kesimpulan
Dapat kami simpulkan website ini sudah cukup memenuhi panduan dari KOMINFO (2003), namun tetap harus dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga website tersebut semakin baik dalam memberikan informasi terhadap pembaca. Berdasarkan analisa kami dari ketiga website tersebut, yang mempunyai poin paling baik yaitu KABUPATEN TEGAL dengan poin 78.2. Selanjutnya KABUPATEN KEBUMEN dengan nilai 62.8. dan yang terakhir yaitu PROVINSI JAWA TENGAH dengan nilai 60.1.




Senin, 24 Oktober 2016

TUGAS 2 PENGANTAR TELEMATIKA

SOAL:

1. Jelaskan peranan jaringan komputer yang berkaitan dengan bagian telekomunikasi pada layanan telematika!

2. Sebutkan dan jelaskan aplikasi apa saja yang bermunculan dengan semakin luasnya jangkauan telekomunikasi dan semakin banyaknya perangkat telekomunikasi!

3. Berikan contoh proses yang berkaitan dengan arsitektur client-server dan

arsitektur peer-to-peer pada layanan telematika!


JAWAB:

1.Peranan jaringan komputer pada layanan telematika itu sangat penting pada bagian telekomunikasi, karena dengan adanya jaringan komputer suatu sistem telematika dapat diakses secara bersamaan, dimanapun dan kapanpun dan setiap sistem telematika dapat bekomunukasi satu sama lain. Manfaat Peranan jaringan komputer pada bagian telekomunikasi yaitu:
  •   membantu seseorang berhubungan dengan orang lain dari berbagai negara dengan mudah.
  •   pengguna juga dapat mengirim teks, gambar, audio, maupun video secara real time dengan bantuan jaringan komputer.


2.
  • Youtube adalah sebuah aplikasi atau situs web video sharing (berbagi video) populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis.
  • Tokopedia Merupakan aplikasi e-commerce pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim testimoni, sampai membuat claim.
  • Whatsapp (WA) Merupakan media telematika yang berperan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengirim informasi kepada seseorang ataupun kelompok secara lansung dan cepat. 
  • Google Drive Sebagai media sharing dan penyimpanan file secara online yang dapat diambil kapan saja dan dimana saja.
  • Microsoft Office Sebagai tempat pemrosesan data menjadi informasi yang berguna dan dapat dibaca oleh yang berkepentingn.


3.Peer-to-peer Merupakan sebuah teknologi jaringan computer yang setiap computer dapat berkomunukasi satu sama lain baik sebagai penerima maupun peminta sebuah informasi dan perintah sebagai sarana untuk penyebaran layanan telematika.
Contoh prosesnya adalah jaringan computer LAN (Local Area Network). Minimal jumlah computer pada teknologi ini adalah 2 komputer.

Client-Server merupakan sebuah teknologi jaringan computer yang pada prosesnya memiliki satu buah computer sebagai server dan computer lainnya sebagai klient
Contoh prosesnya adalah system KRS (Kartu Rencana Studi) mahasiswa, yang informasi semua mahasiswa berada pada server sedangkan yang lainnya hanya sebagai client yang meminta informasi tentang data mahasiswa


REFERENSI:

Jumat, 30 September 2016

TUGAS 1 PENGANTAR TELEMATIKA

SOAL:
1. Jelaskan peranan Telematika dalam penyampaian informasi dalam kehidupan
sehari-hari! Berikan contohnya dalam bidang pendidikan!
2. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen apa saja yang menunjang layanan
telematika!
3. Sebutkan hal-hal apa saja yang didapat dari perkembangan layanan telematika,
jelaskan!
4. Bagaimana menghindari dampak negatif dari perkembangan telematika?
Jelaskan!

JAWAB:
1.         Peranan Telematika dalam Kehidupan Sehari-hari
Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya internet kita bisa mendapatkan apapun untuk kebutuhan kita sehari-hari.
            Contoh Telematika dalam Bidang Pendidikan
  • e-Book

e-book atau buku elektronik merupakan berupa buku yang dapat dibuka dengan elektronik melalui komputer. ebook ini biasanya berupa file yang isinya berupa informasi dari sebuah buku dalam bentuk yang ringkas. dengan ebook kita dapat belajar melalui komputer, kita juga dapat menyimpan ebook sebanyak-banyaknya tanpa harus membeli buku.
  • e-Learning

e-learning singkatan dari elektronik learning merupakan cara baru media pembelajaran secara komputerisasi khususnya internet dalam pembelajarannya. e-learning ini tidak selalu menggunakan internet tapi juga ada pembelajaran meltimedia secara ofline. Banyak software e-learning saat ini.
  • e-Library

e-library singkatan dari electronic library merupakan perpustakaan yang sebagian besar bentuk bukunya adalah dalam bentuk format digital dan hanya dapat di akses melalui komputer. perpustakaan tidak seperti perpustakaan pada aslinya tetapi dalan virtual perpustakaan ini menyimpan semua e-book dan kita dapat mengunduhnya secara gratis.

2.         Komponen-komponen yang Menunjang Layanan Telematika
Lingkup pengkajian Hukum Telematika dapat terbagi dua komponen. Komponen yang pertama berkaitan dengan komponen yang terkait dengan sistem, misalnya perangkat keras, perangkat lunak, prosedur, manusia dan informasi. Komponen yang kedua adalah berkaitan dengan fungsi-fungsi telekomunikasi, misalnya input, proses, output, penyimpanan, komunikasi. Kedua komponen tersebut dikenal dalam empat komponen yaitu:
  1. Konten, yaitu substansi dari data yang dapat merupakan output/input dari penyelenggaraan sistem informasi yang disampaikan kepada publik.
  2. Computing, yaitu suatu sistem pengolah informasi yang berbasiskan sistem komputer yang merupakan computer network yang efisien, efektif dan legal.
  3.  Komunikasi, yaitu keberadaan sistem komunikasi dari sistem interconnection, global interpersonal, computer network.
  4.  Perkumpulan, yaitu masyarakat sebagai pelaku intelektual.

3.         Hal-hal yang Didapat dari Perkembangan Layanan Telematika
  • Menciptakan atau memulai bisnis/usaha melalui internet
  • Kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan dengan layanan internet
  • Kemudahan mendapatkan data dan informasi secara real time
  • Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.
  • Rekruitmen Tenaga kerja dan Penyedian Lowongan Kerja. Sekarang ini rekruitmen tenaga kerja melalui Internet semakin digemari oleh perusahaan-perusahaan. Di Internet terdapat banyak sekali daftar lowongan kerja dan bahkan juga pelamar pun sering pula mempromosikan dirinya melalui Internet. Sehingga dengan begitu antara yang membutuhkan tenaga kerja dan pencari pekerjaan dapat saling bertemu di Internet.
  • Nasehat dan Bantuan Pakar di bidangnya. Tidak sedikit pakar yang ada di internet yang mempublikasikan karya-karya mereka untuk diketahui mereka untuk diketahui secara umum dan mudah diakses.
  • Akses Informasi dan Penyebaran Informasi. Mempublikasikan berita melalui internet dapat tersebar luas melebihi media lainnya. Dalam hal akses informasi, melalui internet pun jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan fax atau pos.


4.         Menghindari Dampak Negatif dari Perkembangan Telematika
Untuk menghindari dampak negativ dari perkembangan telematika ada beberapa cara menanggulangi dampak negatif dari teknologi informasi:
  • Menggunakan teknologi informasi sesuai kebutuhan. Jangan lakukan hal-hal yang tidak penting, seperti bermain game dan social media yang berlebihan. Karena hal tersebut dapat menyebabkan kecanduan.
  • Blokir situs-situs dan halaman web yang tidak edukatif serta menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri.
  • Atur waktu dan jadwal kegiatan menggunakan teknologi informasi. Agar tidak berlebihan dalam penggunaanya.
  • Waspada dan teliti dalam menggunakan setiap produk teknologi informasi.
  • Pergunakan teknologi dengan hal-hal yang bersifat positif untuk menghindari kejahatan.
  • Meningkatkan Peran Orang tua dalam mendidik anak.



REFERENSI:
Edi, Edi.”Pengantar Telematika”. https://www.academia.edu/11859017/ppt_pengantar_telematika
http://candra-r.blogspot.co.id/2016/09/pertanyaan-seputar-pengantar-telematika.html

Minggu, 12 Juni 2016

Tugas 4 Bahasa Indonesia 2

AUGMENTED REALITY

Penyebaran informasi melalui media elektronik dan internet saat ini terus berkembang dalam upaya menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah teknologi terbaru yang dapat memberikan informasi yang interaktif dan menarik yaitu AR (Augmented Reality)  (Nadhirah, 2014).

Gambar 1. Jumlah Pengguna Internet Terbanyak di Asia Pada 31 Maret 2011
Sumber: Internet Word Stats

Gambar 1 Menunjukan bahwa, jumlah penggunaan internet terbanyak di Asia pada tahun 2011 yaitu negara China. Pada level Asia, jumlah pengguna internet Indonesia menempati urutan ke-4. Data tersebut dapat meningkat seiring perkembangan teknologi setiap tahunnya. Berdasarkan data tersebut maka, bisa dibayangkan peningkatan pengguna atau penyebaran informasi melalui media elektronik dan internet dengan adanya teknologi baru seperti AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality).

AR (Augmented Reality) merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut kedalam waktu nyata. Dibandingkan realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, namun AR hanya menambahkan atau melengkapi kenyataan. Benda-benda maya yang menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat AR sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata (Salbino, 2014).

Definisi AR sering disalah artikan sebagai VR (virtual reality). Meskipun kedua teknologi ini memang memiliki tujuan yang sama (untuk menjembatani pengguna dan objek-objek virtual yang dihasilkan oleh komputer), tetapi keduanya memiliki cara pendekatan yang berbeda. VR merupakan suatu metode untuk membuat suatu dunia virtual dan membuat user seolah berada di dalam dunia tersebut, sedangkan AR merupakan suatu metode untuk menanamkan objek-objek virtual yang diciptakan oleh komputer ke dalam dunia nyata (Young, 2015)Dibandingkan dengan VR (Virtual Reality) yang fokus penerapannya hanya pada pembuatan dunia virtual, AR (Augmented Reality) memiliki 3 macam metode penerapan diantaranya:

A.Mengaugmentasi pengguna
Pengguna menggunakan atau membawa perangkat yang digunakan untuk mendapatkan informasi kepada sebuah objek. Pendekatan ini merupakan pendekatan AR yang paling baik digunakan saat ini, mengingat bahwa 25% populasi dunia menggunakan smartphone dan kehidupan mereka tidak dapat terlepas dari smartphone tersebut. Smartphone miliki pengguna dapat digunakan sebagai media pengantar AR. Google cardboard merupakan salah satu contoh penerapan metode ini. Google cardboard merupakan suatu perangkat tambahan untuk smartphone yang dapat digunakan untuk menanamkan objek-objek virtual ke mata pengguna.

B. Mengaugmentasi objek fisik yang bukan pengguna
Dengan menggunakan pendekatan ini, sebuah objek fisik akan menampilkan sebuah hologram yang menjadi sarana input dari user kepada perangkat komputasional di dalam objek tersebut ataupun hanya sebagai sarana penampil output atas input yang telah dilakukan oleh user menggunakan perangkat input lain yang tertanam di dalamnya. Smarter objects merupakan salah satu teknologi yang menerapkan metode ini. Smarter objects dilengkapi suatu devices tertentu yang menampilkan suatu hologram yang dapat digunakan oleh user untuk berinteraksi dengan objek tersebut dan menampilkan status dan pesan-pesan atas inputan user.

C. Mengaugmentasi lingkungan
Menampilkan informasi dari objek-objek di dalam sebuah lingkungan yang dikenali oleh device AR dan menangkap informasi dari interaksi yang dilakukan terhadapnya. Metode ini pada umumnya diterapkan ke dalam suatu sistem dengan mobilitas tinggi seperti smartphone. Metode ini umumnya menggunakan Global Positioning System (GPS) dan Geomagnetic Sensor. Pada saat suatu objek mengarah pada arah mata angin dan koordinat tertentu objek virtual akan ditanamkan ke perangkat milik pengguna (Young, 2015).

Salah satu metode Augmented Reality yang saat ini sangat umum adalah metode “Marker”. Marker yang dimaksud disini adalah pola yang dibuat dalam bentuk gambar yang akan dikenali oleh kamera. Pola marker dapat dibuat dengan Paint ataupun Photoshop. Pada marker standar, pola yang dikenali adalah pola marker dengan bentuk persegi dengan kotak hitam di dalamnya. Tetapi saat ini sudah banyak pengembang marker yang membuat tanpa bingkai hitam seperti foto pada umumnya yang bisa dibuat marker pengenal (Elvrilla, 2011).
Perangkat Pembentukan Objek AR (Augmented Reality) :
1. Blender
Blender merupakan software open source untuk membuat model-model 2D maupun 3D, animasi, serta game yang dapat dijalankan diberbagai Sistem Operasi (multi platform) seperti Windows, Linux, dan Mac OS. Software Blender ini berbentuk GUI (Graphical User Interface) yang menggunakan bahasa pemrograman berbasis Python.
2. Autodesk 3D Studio Max
3D Max merupakan suatu software untuk membuat sebuah grafik vektor dengan level 3 dimensi, software ini dapat juga digunakan untuk membuat berbagai macam animasi.
3. ARToollkit
ARToolkit adalah software library, untuk membangun augmented reality. Aplikasi ini adalah aplikasi yang melibatkan overlay pencitraan virtual ke dunia nyata.
4. Deteksi Marker
Deteksi marker merupakan tahap dimana marker akan di identifikasi oleh webcam sebagai sasaran untuk penempatan objek yang akan di render. Deteksi marker dengan menggunakan metode Hough Transform mendeteksi parameter-parameter geometri. Representasi garis dari marker yang ditangkap kamera webcam menggunakan (r = x cos(ϴ) + y sin(ϴ), r: jarak antar garis dalam kalibrasi kamera, ϴ: sudut antara garis normal dengan sumbu-x). Input merupakan nilai biner dari titik sudut (edge) yang menghubungkan antar garis dimana semua titik sudut tersebut ditentukan sebagai pixel. Hough Transform membutuhkan array yang disebut accumulator array, array ini hanya mempunyai 1 nilai balik untuk setiap kombinasi parameter (r, ϴ) yang memungkinkan. Setiap garis dapat dibangun dengan menghubungkan antara titik sudut (edge) yang telah ditentukan sebagai pixel tadi, dan parameter-parameter yang terkait dengan r dan ϴ menentukan nilai increment dari accumulator array. Setelah semua garis-garis yang memungkinkan diproses, nilai array yang tinggi merepresentasikan sebuah garis (Marker border). Marker yang berhasil di deteksi akan ditandai dengan warna merah dan warna hijau. Hal itu menandakan projection atau sudut pandang dari webcam (Permana & Dharmayanti, 2014).


Daftar Pustaka

Elvrilla, S. 2011, 'Augmented Reality Panduan Belajar Sholat Berdasarkan Buku Teks Belajar Sholat Menggunakan Android', Jurnal Augmented Reality, 6, viewed 08 Mei 2016, <http://publication.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1306/1/50407798.pdf>.
Nadhirah, A. 2014, 'Aplikasi Visual Uang Logam Khusus Indonesia Dengan Teknologi Augmented Reality  Berbasis Android'. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014) (p. 102). Depok: Universitas Gunadarma, viewed 08 Mei 2016, <http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/viewFile/1020/884>.
Permana, D. D., & Dharmayanti. 2014, 'Teknologi Multimedia Augmented Reality Dalam Pembuatan Ensiklopedia Model Alat Transportasi Darat Di Jakarta', Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014) (p. 209). Depok: Universitas Gunadarma, viewed 08 Mei 2016, <http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/viewFile/1034/896>.
Salbino, S. 2014, Buku Pintar Gadget Android untuk Pemula. Jakarta: Kunci Komunikasi, viewed 08 Mei 2016, <https://books.google.co.id/books?id=1GjXCQAAQBAJ&pg=PT119&dq=teknologi+augmented+reality&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=teknologi%20augmented%20reality&f=false>.
Young, J. C. 2015, 'Marketing Communication Mmenggunakan Augmented Reality Pada Mobile Platform'. Jurnal Augmented Reality Marketing, 15-16, viewed 08 Mei 2016, <http://library.umn.ac.id/jurnal/public/uploads/papers/pdf/29874df59fc5e1d777698157088034e3.pdf>.
Young, J. C. 2015. ' Marketing Communication Mmenggunakan Augmented Reality Pada Mobile Platform '. Jurnal Augmented Reality Marketing, 14, viewed 08 Mei 2016, <http://library.umn.ac.id/jurnal/public/uploads/papers/pdf/29874df59fc5e1d777698157088034e3.pdf>.